Cara Membuat Website Toko Online Sendiri [WordPress + WooCommerce]

Dalam tutorial kali ini, saya akan share cara membuat website toko online menggunakan WordPress + WooCommerce.

Tutorial Buat Website Sendiri Tanpa Toko Online?

Mau membuat toko online seperti contoh diatas?

Atau seperti dibawah ini:

Mau membuat toko online sendiri, tapi bingung?

Tenang, di tutorial ini semua orang bisa membuat website toko online tanpa membutuhkan skill khusus.

Saya akan menjelaskan dengan bahasa sederhana, cepat dan mudah.

Anda bisa membuat toko online Anda sendiri kurang dari 1 jam! Hanya dengan mengikuti 5 langkah mudah dibawah.

Membuat Toko Online Dengan WordPress + WooCommerce

WooCommerce merupakan salah satu plugin WordPress yang dapat menyulap website menjadi toko online.

Disini sudah pasti saya membicarakan WordPress.org, bukan WordPress.com. Karena Anda tidak bisa menginstall WooCommerce di platform blog gratisan seperti WordPress.com.

Apa bedanya? Baca artikel saya berikut: Perbedaan WordPress.com vs WordPress.org.

Kenapa menggunakan plugin WooCommerce? Ini alasannya:

  • GRATIS – plugin ini gratis seperti software WordPress.
  • Fitur paling lengkap dan populer – banyak fitur untuk keperluan toko online yang bisa Anda dapatkan dengan WooCommerce.
  • Mudah dan cepat dikonfigurasikan – Setelah Anda install plugin ini, tidak butuh waktu lama untuk mempelajarinya walaupun Anda pemula. Saya juga akan menjelaskan dasarnya di artikel ini.
  • Bisa digunakan di seluruh tema WordPress – Anda tidak perlu membeli tema premium WooCommerce untuk menggunakan pluginnya.

Jadi sudah jelas bahwa WooCommerce merupakan plugin terbaik WordPress untuk membuat website Anda menjadi toko online.

Apa saja sih yang bisa dijual menggunakan plugin WooCommerce? Nih listnya:

  • Produk fisik, semisal: fashion, gadget dan makanan.
  • Produk digital, semisal: ebook dan software.
  • Jasa, semisal: jasa SEO dan jasa penulisan.
  • Dropship/Afiliasi – menjual produk orang lain.
  • Dan masih banyak lainnya.

Ya, berjualan online dengan WooCommerce merupakan salah satu cara menghasilkan uang dari Blog/Website.

Jika sudah membuat blog atau website WordPress dengan tutorial disini: Cara Membuat Blog, Anda bisa skip langkah 1 dan langsung ke langkah 2 yaitu melakukan instalasi plugin WooCommerce.

Untuk membuat website toko online, silahkan ikuti 5 langkah mudah berikut ini:

  1. Dapatkan domain dan hosting + install WordPress
  2. Install plugin WooCommerce
  3. Menambahkan produk
  4. Memilih tema untuk toko online
  5. Maksimalkan fitur toko online Anda

Siapkan kopi dan cemilan, ayo kita mulai!

Langkah 1: Dapatkan Domain dan Hosting + Install WordPress

Jika Anda mau membuat toko online di website sendiri, anda membutuhkan 2 hal:

  1. Domain – ini merupakan alamat website Anda, misalnya Tokopedia.com.
  2. Hosting – ini merupakan tempat dimana Anda menyimpan data website seperti produk, gambar, artikel dan lain-lain. Simpelnya ini adalah ruko tempat penyimpanan barang Anda.

Sama seperti toko offline, toko online juga membutuhkan alamat dan tempat.

Ada banyak hosting diluaran sana. Tapi tenang Anda tidak perlu repot-repot dan bingung mencari hosting terbaik.

Dengan pengalaman saya ngeblog dan mempunyai toko online, saya sudah berkali-kali pindah hosting… Iya ini menghabiskan waktu saya 🙁

Website dengan isinya hanya blog akan berbeda dengan website yang di gunakan sebagai ecommerce atau toko online. Anda harus pastikan hosting tersebut reliable karena pemrosesan pada website toko online akan lebih memakan resource.

Kalau tidak, ujungnya website Anda susah diakses bahkan sering down… Dengan begitu, pengunjung sulit melakukan order dan pembelian bisa batal.

Saya pribadi menggunakan Domainesia.com. Kenapa?:

  • Melayani lebih dari 50,000 pelanggan sejak tahun 2009
  • Uptime 99%+
  • Kecepatan hosting diatas rata-rata
  • Pilihan harga hosting yang murah dan bervariasi seusai kebutuhan
  • Support 24 jam
  • Migrasi hosting gratis
  • Memiliki server di Indonesia, Jepang, Singapura dan Amerika
  • Garansi uang kembali 100%

Disini saya akan memberikan tutorial khusus menggunakan hosting Domainesia. Untuk di penyedia layanan hosting lain kurang lebih alurnya sama.

Pertama: Kunjungi Domainesia.com, Lalu klik “Hosting”

Scroll kebawah dan pilih dan lihat banner paket hosting WordPress.

Paket hosting tersebut dioptimasi untuk WordPress, serta otomatis terinstall WordPress. Jadi gak perlu ribet-ribet lagi install WordPress sendiri. Klik “Lihat Paket”

Setelah itu akan muncul halaman untuk memilih paket hosting untuk website toko online Anda. Rekomendasi saya pilih paket “Monster” kalau toko online Anda hanya upload belasan hingga puluhan produk.

Namun, kalau website toko online Anda menjual lebih dari ratusan sampai ribuan produk, lebih baik pilih paket “Mikro” atau “Mega”.

Kedua: Pilih Lokasi Server, Siklus dan Nama Domain

  • Lokasi Server – pilih lokasi server berdasarkan target pengunjung, kalau target Indonesia pilih Jakarta, kalau target Amerika pilih Dallas. Jika keduanya, pilih Singapore. Ini berpengaruh terhadap kecepatan akses blog. Semakin dekat lokasi server dengan pengunjung, maka semakin cepat diakses.
  • Siklus – Anda bisa memilih pembayaran mulai dari bulanan hingga tahunan, semakin lama siklus biasanya semakin besar diskonnya. Tips: pilih siklus tahunan supaya dapet domain gratis.
  • Addons Hosting – Ini merubah website Anda dari HTTP jadi HTTPS seperti di blog ini, gunakan saja yang gratis “Let’s Encrypt FREE SSL”. Ini wajib untuk website toko online, selain itu SSL merupakan salah satu faktor yang membantu SEO website.
  • Domain – Alamat website Anda, setiap pembelian domain dimanapun minimal wajib pertahun.
  • Addons Domain – DNS Zone Manager dan Privacy Protection dikosongkan saja, menurut saya tidak terlalu perlu.

Kebanyakan pemula salah dalam memilih domain. Tips dalam memilih nama Domain:

  1. Gampang diingat. Gunakan nama domain yang mudah diingat, tidak terlalu panjang dan unik.
  2. Nama Brand. Jika Anda sudah punya brand, bisnis atau nama toko offline, Anda bisa menggunakannya untuk nama domain.
  3. Dipercaya. Gunakan domain dengan ekstension atau akhiran “.com”, “.org”, “.net” atau “.id”. Domain “.com” adalah yang paling populer dan dikenal masyarakat umum. Hindari akhiran nama domain seperti “.biz”, “.xyz” atau akhiran lain yang jarang dipakai dan dikenal.

Sebagian orang menggunakan nama domain untuk toko online yang mengandung keyword atau produk yang dijualnya, semisal: TasBatam.com, SepatuKanvas.com, JualKomputer.com dan lain sebagainya.

Ketiga: Buat username dan password WordPress

Scroll kebawah dan akan muncul tampilan berikut:

Buat username dan password. Ini nantinya digunakan untuk login ke blog Anda.

Scroll kebawah dan Anda akan melihat total tagihan dan form email. Masukan email Anda lalu klik “Masukkan Troli”.

Halaman selanjutnya akan muncul seperti ini:

Cek detail tersebut sudah sesuai atau belum. Domain serta siklus hosting yang dipilih.

Khusus bulan ini ada kode promo Domainesia: ‘SPESIALOKT18’. Dapet diskon sampai 30% selamanya tergantung paket dan siklus hosting yang dipilih. Lumayan lah 😀

Scroll kebawah, klik “Daftar”.

Isikan seluruh data, mulai dari nama, institusi, email dan password. Email dan password ini digunakan untuk login ke member area Domainesia, dimana Anda bisa untuk memperpanjang hosting, upgrade, support dan lain sebagainya. Setelahnya klik “Lanjut”.

Selanjutnya isi detail data pribadi, jika sudah selesai, klik “Sign up”. Setelah pendaftaran berhasil, klik “Selesaikan & Bayar”.

4. Menyelesaikan Pembayaran

Selanjutnya akan muncul halaman Invoice, silahkan cek detailnya dan lakukan pembayaran.

Ada banyak metode pembayaran, seperti transfer bank, kartu kredit, Paypal dan melalui Alfamart.

Setelah menyelesaikan dan konfirmasi pembayaran, biasanya dalam waktu beberapa menit akan ada email tentang pembayaran sukses serta informasi akun website.

Mantap! sekarang Anda sudah punya website dengan nama domain dan hosting Anda sendiri.

Pada tahap ini, jika Anda mengunjungi domain yang Anda beli tadi, maka sudah terinstall tampilan website WordPress. Kurang lebih seperti ini:

Sekarang Anda sudah bisa login ke admin panel website Anda, melalui URL “TokoOnlineAnda.com/wp-admin“. Ganti “TokoOnlineAnda” dengan nama domain Anda sendiri.

Lalu login dengan username dan password yang sudah Anda buat sebelumnya.

Langkah 2: Install Plugin WooCommerce

Setelah login ke website Anda melalui URL “TokoOnlineAnda.com/wp-admin“, anda akan ditampilkan dashbord WordPress seperti berikut:

Dibagian kiri halaman ada menu yang bisa Anda pilih untuk melakukan konfigurasi website Anda.

Untuk install plugin caranya sangat mudah, klik “Plugins” > “Add New”.  Ketik “woocommerce” di kolom pencarian:

Klik “Install Now” setelah instalasi selesai dalam beberapa detik tombol akan berubah namanya menjadi “Activate”. Klik tombol tersebut untuk aktifasi plugin WooCommerce:

Anda akan melihat “Setup Wizard” dari WooCommerce di dashboard website Anda seperti ini:

Anda akan dibantu proses konfigurasi dengan lebih mudah, untuk memulainya silahkan klik “Run the Setup Wizard”.

Detail Toko

Dibagian ini Anda diminta mengisi data lokasi toko atau bisnis Anda berada, mata uang yang Anda terima dan lain sebagainya. Seperti gambar dibawah:

Jika sudah selesai, klik “Lets go!”.

Jenis Pembayaran

Toko online sudah pasti menerima pembayaran secara online. Di halaman ini Anda diminta mengisi jenis pembayaran yang Anda terima untuk toko online Anda:

Toko online saya biasanya hanya menerima transfer dari bank lokal, jika Anda menerima pembayaran lain seperti COD dan Paypal, Anda juga bisa mengaktifkannya.

Selain itu Anda juga bisa menerima pembayaran melalui kartu kredit, tapi saya akan bahas lagi nanti. Saya bahas dasarnya dulu…

Setelah selesai, klik “Continue”.

Pengiriman

Di halaman selanjutnya Anda akan melakukan konfigurasi untuk pengiriman seperti berikut:

Anda bisa mengatur jenis pengiriman Anda disini, apakah gratis ongkos kirim atau ongkos kirim flat.

Selain itu Anda juga bisa mengatur biaya pengiriman sesuai tarif kurir di Indonesia seperti JNE, POS Indonesia, dan kurir lainnya.

Namun membutuhkan plugin tambahan…Saya akan bahas nanti.

Gunakan unit “kg” dan “cm” untuk perhitungan produk, nantinya akan berpengaruh ke ongkos kirim.

Klik “Continue” jika sudah selesai.

Rekomendasi Tema dan Plugin Dari WooCommerce

Selanjutnya Anda akan diberikan rekomendasi tema dan plugin dari WooCommerce:

Rekomendasi dari WooCommerce adalah:

  • Storefront Theme – merupakan tema GRATIS yang disediakan oleh WooCommerce yang cocok untuk toko online, Anda bisa melihat demonya disini.
  • MailChimp – merupakan plugin dan penyedia layanan untuk mengumpulkan email database pembeli yang nantinya bisa digunakan untuk melakukan email marketing kepada pelanggan toko Anda.

Disini saya tidak centang karena saya sudah mempunyai tema sendiri dan tidak mengumpulkan database email pembeli.

Lalu klik “Continue”.

Aktivasi dan WooCommerce Sudah Siap!

Halaman selanjutnya Anda masih diberikan rekomendasi plugin gratis lainnya yang mungkin bisa membantu Anda:

Anda bisa melihat fitur yang diberikan plugin Jetpack dihalaman: Jetpack for WooCommerce.

Karena tidak terlalu signifikan fiturnya, saya klik “Skip this step”.

Selanjutnya tampil halaman bahwa WooCommerce sudah siap!

Klik “Visit Dashboard” untuk kembali ke dashboard website Anda.

Langkah 3: Menambahkan Produk Pertama

Supaya toko online Anda siap melayani pembeli tentunya Anda harus menambahkan produk yang akan dijual di toko online Anda.

Setelah di dashboard, pada menu di bagian kiri klik “Product” > “Add New”:

Di halaman selanjutnya akan muncul tampilan WordPress seperti gambar berikut ini:

Berikut keterangan untuk setiap nomor di halaman tersebut:

  1. Nama produk
  2. Deskripsi produk – Anda bisa mengisi detail produk secara lengkap disini, bahkan menambahkan video.
  3. Data produk – tempat dimana mengisi data produk Anda. Menentukan produk tersebut produk fisik, download atau virtual (jasa masuk kategori produk virtual). Dan data produk lainnya seperti: harga, berat, stok hingga variasi produk.
  4. Deskripsi pendek – cocok untuk detail pendek tentang produk yang Anda jual.
  5. Terbitkan – Menu untuk melakukan penyimpanan sementara, preview halaman dan menerbitkan produk jika semua detail sudah selesai diisi.
  6. Kategori produk – Anda bisa membuat grup untuk tiap kategori produk. Misalkan Anda menjual barang fashion, Anda bisa membuat kategori seperti baju, tas, jaket dan lain sebagainya.
  7. Tag produk – tidak terlalu penting dan biasanya jarang saya gunakan. Bisa Anda gunakan untuk mengorganisir produk tertentu, misal produk diskon, edisi baru lebaran, edisi tahun baru dan lain sebagainya.
  8. Gambar produk – Gambar utama yang akan ditampilkan pada halaman produk.
  9. Galeri produk – Tambahan gambar produk lainnya seperti sisi-sisi produk, produk yang dipakai model dan sebagainya.

Setelah semua selesai, klik “Publish” untuk menerbitkan produk Anda.

Langkah 4: Memilih Tema untuk Toko Online

Semua tema WordPress bisa digunakan untuk WooCommerce.

Tapi, dengan tema yang dioptimalkan untuk WooCommerce tentunya membuat toko online Anda lebih bagus dan profesional.

Ada banyak tema untuk WooCommerce…

WooCommerce pun mempunyai tema gratis yaitu Storefront yang sudah direkomendasikan saat instalasi WooCommerce diatas.

Tema Storefront menurut saya cukup untuk awal. Namun jika Anda ingin toko online Anda lebih berbeda dan profesional ada tema premium yang dioptimalkan untuk WooCommerce.

Salah satu tempat untuk mencarinya adalah di ThemeForest, merupakan penyedia tema dan plugin WordPress terbesar:

Saya sudah sejak lama menggunakan tema premium Shopkeeper untuk toko online saya, contoh tampilannya seperti berikut ini:

Anda bisa melihat seluruh fitur dan demonya di halaman ini.

Tema toko online yang baik, ini hal yang perlu diperhatikan:

  • Desain responsif, artinya tampilan sangat baik jika diakses melalui desktop maupun mobile.
  • Navigasi mempunyai struktur yang baik dan jelas. Pengunjung tidak sulit menemukan hal yang dia cari.
  • Tampilan harus jelas dan tidak membingungkan pengunjung. Jangan menambahkan banyak fitur yang tidak perlu bahkan membingungkan pengunjung.

Disini Anda sudah mulai paham dasar dalam membuat website toko online.

Tapi gimana memaksimalkan fitur dan sistem toko online? Lanjut baca panduan saya dibawah.

Langkah 5: Maksimalkan Fitur Toko Online Anda

Dengan pengalaman saya berjualan online menggunakan WordPress + WooCommerce dengan penjualan pernah lebih dari 70+pcs barang ritel (bukan grosir) dalam satu hari (hint: produk tas seharga Rp200rb-300rb), Anda membutuhkan sistem toko online yang baik supaya bisa memproses order dengan cepat dan mudah.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk memaksimalkan sistem toko online Anda.

Plugin untuk WooCommerce

Pertama, Anda membutuhkan beberapa plugin tambahan untuk memaksimalkan toko online Anda.

Tentunya untuk memudahkan Anda dan pembeli. Beberapa diantaranya:

  • Ongkos Kirim Epeken-All-Kurir – sangat membantu jika toko online Anda mau terintegrasi dengan kalkulasi otomatis ongkos kirim dari kurir lokal seperti JNE, TIKI, POS Indonesia, J&T dan lainnya. Selain itu banyak fitur lain seperti asuransi, konfirmasi pembayaran, penambahan angka unik untuk kode pembayaran dan fitur-fitur lainnya yang sangat membantu toko online Anda.
  • Epeken Paypal Visa Mastercard – plugin ini memberikan kemudahan untuk pembeli yang mau melakukan pembayaran menggunakan Paypal ataupun kartu kredit.
  • WooCommerce PDF Invoices & Packing Slips – memudahkan Anda untuk melakukan print data pengiriman tanpa harus menulis manual di paket.
  • Epeken Order Management – fungsinya membantu Anda melakukan pengelolaan terhadap pesanan, seperti input resi dan melakukan pembatalan otomatis pesanan jika belum dibayar 3 hari sejak order dibuat.
  • WooCommerce Checkout Field Editor (Manager) Pro – untuk melakukan pengeditan kolom saat checkout, seperti menghilangkan kolom nama belakang, edit letak kolom dan lainnya.
  • Epeken Ojek Online – plugin ini berguna jika toko online Anda menerima pengiriman melalui kurir Go-Jek.

Plugin untuk WordPress

Selain plugin untuk toko online, ada plugin lain yang dapat memaksimalkan kinerja website WordPress Anda.

Ini beberapa plugin yang menjadi rekomendasi saya:

  • Yoast SEO – Memaksimalkan SEO untuk website Anda.
  • WP Rocket – Meningkatkan kecepatan website toko online Anda.
  • Contact Form 7 – Membuat form kontak untuk memudahkan pengunjung menghubungin Anda melalui email. Contohnya seperti halaman Kontak saya.
  • UpdraftPlus – Memudahkan Anda melakukan backup website.
  • MonsterInsights – Melakukan integrasi dengan Google Analytics, memudahkan Anda melihat data pengunjung langsung di dashboard website Anda.

Selamat! toko online Anda sudah jadi dan siap untuk menerima banyak orderan. Mudah bukan?

Daripada membuat toko online menggunakan jasa developer yang biayanya bisa jutaan rupiah dan butuh waktu yang lama. Anda bisa membuatnya sendiri hanya dalam 1 jam!

Tentunya dengan biaya yang jauh lebih murah dan hasilnya kurang lebih sama…

Semoga tutorial ini membantu Anda dalam membuat toko online sendiri yang bisa Anda kelola sendiri.

Tutorial ini adalah dasar untuk membuat toko online paling cepat dan mudah. Mungkin ada beberapa hal yang perlu dipelajari jika Anda ingin menambahkan fitur-fitur lain atau melakukan beberapa konfigurasi tambahan. Saya akan membahasnya pada artikel khusus lainnya.

Kalau terbantu artikel ini silahkan share, saya sangat menghargainya. Ada pertanyaan berkaitan untuk optimasi toko online Anda? Silahkan tulis di kolom komentar, saya akan jawab kurang dari 24 jam.

Selamat jualan online!